Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Metode Pembelajaran SIOKE (Simulasi-Observasi-Kreasi) sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif

Metode Pembelajaran SIOKE (Simulasi-Observasi-Kreasi)
sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif

Oleh: Herwin Hamid, S.Pd.,M.Pd.
SMP Negeri 6 Kendari

Pendahuluan
Perkembangan zaman saat ini melaju dengan pesat dan di iringi dengan perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. Keadaan ini mewajibkan sumber daya manusia harus terus ditingkatkan pula. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) haruslah ditunjang melalui sebuah pendidikan yang lebih maju, pendidikan yang sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.

Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Pendidikan pada dasarnya berlangsung dalam bentuk proses pembelajaran yang melibatkan dua pihak yaitu guru dan peserta didik dengan tujuan yang sama dalam rangka meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada bagaimana proses pembelajaran yang dialami oleh peserta didik sebagai peserta didik yang dalam hal ini menjadi tanggung jawab guru sebagai pendidik. 

Perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi teknologi (IT) dalam prespektif dunia pendidikan akan mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasilhasil teknologi dalam proses belajar dan dapat memecahkan masalah dalam proses pembelajaran. Para guru pun dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang tersedia dan guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu, guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pengajaran. 

Selain tuntutan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pengajaran, pengetahuan dan pemahaman tentang metode pembelajaran juga sama pentingnya dalam peningkatan kualitas sebuah pembelajaran. Metode pembelajaran yang kurang melibatkan peran aktif peserta didik kurang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Untuk dapat membangkitkan aktivitas belajar peserta didik dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara atau metode pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya-jawab, model pembelajaran ini membuat peserta didik jenuh dan tidak kreatif.  Dimana suasana belajar mengajar yang diharapkan adalah pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik sebagai subjek yang dapat berupaya menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang sedang dipelajari, sedangkan guru hanya bertindak  sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan adalah situasi yang dapat membuat peserta didik meningkatkan kemampuan berpikir kreatifnya (peserta didik diharapkan lebih banyak berperan).

Dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas, dan respon yang diharapkan peserta didik kuasai setelah pembelajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik peserta didik.


Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi  dari  sumber (guru)  menuju  penerima  (peserta didik).  Sedangkan  metode adalah  prosedur  untuk  membantu  peserta didik  dalam  menerima  dan  informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Dengan adanya media, kita dapat menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, warnanya, kecepatannya, serta dapat juga diulang-ulang tergantung kebutuhan.

Pembahasan
A. Metode Pembelajaran
Metode  pembelajaran merupakan  langkah  operasional  dari  strategi  pembelajaran  yang  dipilih dalam mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan. Ketepatan penggunaan  suatu  metode  akan  menunjukkan  fungsionalnya  strategi  dalam  kegiatan pembelajaran. 

Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal dari kata method (Inggris), artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memperoleh sesuatu. 

Berdasarkan pengertian tersebut di atas jelas bahwa pengertian Metode pada prinsipnya sama yaitu merupakan suatu cara dalam rangka pencapaian tujuan, dalam hal ini dapat menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun keagamaan. Unsur–unsur metode dapat mencakup prosedur, sistimatik, logis, terencana dan aktivitas untuk mencapai tujuan. Adapun metode dalam pembahasan ini yaitu metode yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistimatik dan disengaja untuk menciptakan kondisikondisi agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak dapat lepas dari interaksi antara sumber belajar dengan warga belajar, sehingga untuk melaksanakan interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya. Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan interaksi satu arah, dua arah atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi tersebut maka jelas diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. 

Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tugas cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Berdasarkan hal tersebut maka kedudukan metode dalam pembelajaran mempunyai ruang lingkup sebagai cara dalam:
  1. Pemberian  dorongan,  yaitu  cara  yang  digunakan  sumber  belajar  dalam  rangka memberikan dorongan kepada warga belajar untuk terus mau belajar  
  2. Pengungkap tumbuhnya  minat belajar,  yaitu cara dalam menumbuhkan rangsangan untuk tumbuhnya minat belajar warga belajar yang didasarkan pada kebutuhannya  
  3. Penyampaian  bahan  belajar,  yaitu  cara  yang  digunakan  sumber  belajar  dalam menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran  
  4. Pencipta iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi warga abelajar untuk belajar 
  5. Tenaga  untuk  melahirkan  kreativitas,  yaitu  cara  untuk  menumbuhkan  kreativitas warga belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya  
  6. Pendorong  untuk  penilaian  diri  dalam  proses  dan  hasil  belajar,  yaitu  cara  untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran  
  7. Pendorong  dalam  melengkapi  kelemahan  hasil  belajar, cara  untuk  untuk  mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran  
Strategi  pembelajaran  sifatnya  masih  konseptual  dan untuk mengimplementasikannya  digunakan  berbagai  metode  pembelajaran  tertentu.  Dengan kata lain,  strategi  merupakan  “a plan  of  operation  achieving  something”  sedangkan metode  adalah  “a  way  in  achieving  something”  (Wina  Sanjaya , 2008).  Jadi,  metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana  yang  sudah  disusun  dalam  bentuk  kegiatan  nyata  dan  praktis  untuk  mencapai tujuan  pembelajaran.  Terdapat  beberapa  metode  pembelajaran  yang  dapat  digunakan untuk  mengimplementasikan  strategi  pembelajaran,  diantaranya:  (1)  ceramah;  (2) demonstrasi;  (3)  diskusi;  (4)  simulasi;  (5)  laboratorium;  (6)  pengalaman  lapangan;  (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

B. Pembelajaran Berbasis Masalah
Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah Menurut Wina Sanjaya (2008) “Pembelajaran berbasis masalah  (Problem Based Learning)  dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara alamiah”. Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan penting, yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki model belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam kehidupan seharihari. 

Terdapat tiga ciri utama pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Pertama, merupakan aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Dalam pembelajaran berbasis masalah tidak diharapkan peserta didik hanya sekedar mendengarkan, melihat, mencatat, dan menghafal materi pelajaran tetapi peserta didik aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data serta menyimpulkan. Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan pendekatan berpikir secara ilmiah. Proses berpikir ilmiah dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya, melalui tahapan-tahapan tertentu, sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah berdasarkan pada data dan fakta yang jelas. Seorang guru, perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan yang dapat dipecahkan. Permasalahan tersebut bisa diambil dari buku teks, atau dari sumber-sumber lain misalnya dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, dari peristiwa dalam keluarga, dan dari peristiwa di masyarakat.

Tahapan-Tahapan Model PBL
FASE-FASE
             PERILAKU GURU
Fase 1
Orientasi peserta didik kepada masalah
        Menjelaskan    tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yg dibutuhkan
        Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih

Fase 2
Mengorganisasikan peserta didik
Membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
 Mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman
Fase 5
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari /meminta kelompok presentasi hasil kerja

Langkah-langkah Pembelajaran SIOKE
Pembelajaran IPA ini berdasarkan pada KTSP 2006, dirancang sebuah Metode Pembelajaran yang disebut dengan SiOke (Simulasi – Observasi – Kreasi). Metode SiOke ini pada dasarnya terdiri dari 3 tahap dasar yang dirancang dengan tujuan agar dapat menstimulus peserta didik sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang nantinya dapat diaplikasikan peserta didik dalam menghasilkan sebuah produk / karya.

Rancangan metode pembelajaran SiOKe lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar dibawah ini :


A. Simulasi
Menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2005) simulasi  adalah satu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan (imakan) yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya; simulasi: penggambaran suatu sistem atau proses dengan peragaan memakai model statistic atau pemeran. Tahap Simulasi pada metode pembelejaran SiOke ini adalah tahap eksperimen dengan menggunakan ICT pada eksperimen, dimana eksperimen dilakukan dengan menggunakan objek tiruan yang mirip dengan keadaan sesungguhnya. Jenis eksperimen pada tahap ini disebut Virtual Experiment karena eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen berbasis PC. Pada tahap ini peserta didik melakukan penyelidikan secara individu melakukan eksplorasi mencari dan menghimpun informasi, menggunakan media simulasi virtual untuk memperkaya pengalaman mengelola informasi, mengamati berbagai gejala, sekaligus menangkap tanda-tanda yang membedakan dengan gejala pada peristiwa lain. Tahapan ini juga sekaligus menjadi referensi virtual peserta didik dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. 

Tahap Simulasi ini menggunakan aplikasi yang berisikan animasi dan video sebagai informasi dan penguat penjelasan materi yang masih abstrak. Dan kemudian nantinya akan digunakan peserta didik untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan Simulasi pada aplikasi yang sudah dibuat. 

B. Observasi
Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Dalam metode SiOKe ini tahap observasi adalah tahap dimana peserta didik melakukan penyelidikan secara berkelompok dengan menggunakan media / alat peraga praktikum yang berbasis non ICT. Media / alat peraga praktikum yang digunakan merupakan media percobaan nyata (real experiment) yang terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.  Media / alat peraga praktikum ini juga termasuk pada kategori media / alat low cost material. 

C. Kreasi
Kreasi adalah tahapan yang paling tinggi dari revisi taksonomi Bloom. Berkreasi berarti merancang sesuatu untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Dalam metode SiOKe ini tahap kreasi adalah tahap akhir dimana para peserta didik mendiskusikan, menganalisis hasil eskplorasi mereka sebelumnya dan kemudian merencanakan pembuatan hasil karya secara kooperatif dan kolaborasi, mengaplikasikan pengetahuan dan informasi yang telah mereka peroleh dalam membuat hasil karya, mempersentasikan hasil karya dan membuat laporan hasil karya.  

Simpulan
Metode pembelajaran SIOKE yang dilaksanakan melalui tahapan Simulasi, Observasi, dan Kreasi mampu menjadikan peserta didik menjadi lebih aktif dan kreatif. Metode SiOKE dalam pelaksanaannya di kelas pada materi IPA dapat menjadikan pembelajaran lebih bermakna, karena materi dipelajari oleh peserta didik melalui tahapan yang membangun pengetahuannya sendiri. 

Daftar Pustaka
Poerwadarminta,  W.J.S.  1976.  Kamus  umum  Bahasa  Indonesia.  Balai Pustaka, Jakarta.
Pusat Bahasa Depdiknas, 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta.
Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran : Beroorientasi Standar Pre Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.


Metode Pembelajaran SIOKE (Simulasi-Observasi-Kreasi) sebagai Alternatif Pembelajaran Inovatif Reviewed by Media Edukasi on Maret 17, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Media Edukasi ©2018
Powered By Blogger, Designed by Hendrik Sang Pencerah

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enot-poloskun. Diberdayakan oleh Blogger.