Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam Keterbatasan Fasilitas ICT

Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam Keterbatasan Fasilitas ICT

Oleh: Herwin Hamid, S.Pd., M.Pd.
SMP Negeri 6 Kendari

A. Pengantar
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) begitu pesatnya terjadi, produk-produk teknologi berkembang dan mengalami pembaharuan setiap saat untuk dapat digunakan dalam membantu pekerjaan kita seharisehari. Di abad ini kita disajikan dan ditawarkan berbagai macam kecanggihan produk teknologi baik dalam bentuk software maupun hardware.

Dalam dunia pendidikan, peran ICT sangat diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah belajar yang terjadi di dalam dan di luar kelas. ICT membantu para pendidik dalam menjelaskan konsep-konsep materi ajar yang masih bersifat abstrak, mengatasi keterbatasan alat peraga / media pembelajaran, memungkinkan dilakukannya eksperimen yang tidak dapat dilakukan secara langsung, serta mampu membawa peserta didik ke tempat ataupun objek penelitian dan merasakannya secara langsung.

Pembelajaran IPA adalah pembelajaran yang secara umum terdiri dari konsep-konsep materi ajar yang masih abstrak sehingga sangat dibutuhkan bahan ajar berbasis ICT (ICT based learning materials) yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk dapat belajar dengan baik, memahami konsep dengan mudah serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan bermanfaat.

Beberapa teknologi yang akhir-akhir ini sedang berkembang pesat penggunaannya dan dapat diintegrasikan dengan baik dalam dunia pendidikan adalah teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Kedua jenis teknologi tersebut dapat dijalankan pada laptop / PC desktop ataupun Smartphone. Teknologi-teknologi ini mampu membawa lingkungan maya untuk diproyeksikan di lingkungan nyata dan juga membuat penggunanya dapat merasakannya “secara langsung”. Sudah begitu banyak aplikasi dari teknologi ini yang dikembangkan untuk digunakan pada dunia hiburan, kesehatan, pendidikan hingga dunia militer.

Dalam menyikapi kemajuan teknologi tersebut, maka diperlukan usaha dari pendidik dan semua stakeholder yang terlibat untuk dapat mengaplikasikannya ke ruang-ruang kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia dalam rangka mempersiapkan anak-anak bangsa dalam menghadapi persaingan global di abad ke 21 ini dan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

B. Masalah
Perkembangan kemajuan ICT dan kesiapan dunia pendidikan di Indonesia dalam memanfaatkannya tidak terlepas dari beberapa masalah yang dihadapi didalam kelas dan hal ini juga dapat terjadi pada kelas-kelas secara umum yang berada di Indonesia. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain : 
  1. Bagaimanakah cara mengaplikasikan teknologi Augmented Reality pada fasilitas ICT yang minim? 
  2. Apakah penggunaan aplilkasi Augmented Reality dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA ?

C. Pembahasan dan Solusi
1. Pembahasan
Augmented Reality atau yang biasa disingkat dengan AR  adalah  sebuah teknologi  yang dapat menggabungkan  benda  maya  2D (dua dimensi) ataupun 3D (tiga dimensi) dan selanjutnya benda-benda  maya tersebut diproyeksikan dalam lingkungan nyata (Azuma : 2013). 

Dalam dunia pendidikan teknologi AR ini masih sangat jarang digunakan padahal ada begitu banyak resources gratis hingga yang berbayar tersedia di layanan penyedia konten digital (seperti playstore atau appstore) dan siap di integrasikan ke dalam pembelajaran di dalam kelas. Teknologi AR ini secara umum dijalankan pada smartphone berbasis android atau ios, dan beberapa aplikasi juga dapat dijalankan menggunakan laptop / desktop PC. 

Untuk menjalankan aplikasi AR ini, dibutuhkan Smartphone yang memiliki kamera dan sensor gyroscope. Sensor gyroscope ini adalah sensor yang dapat mendeteksi gerakan sesuai gravitasi sehingga dapat mendeteksi gerakan pengguna. Seiring berkembangnya kemajuan produk teknologi, smartphone yang memiliki kamera dan sensor gyroscope ini pun harganya semakin terjangkau, sehingga banyak peserta didik yang dapat memiliki smartphone jenis ini. 

a. Penggunaan Aplikasi Augmented Reality (AR)
Aplikasi AR menggunakan kamera untuk memproyeksikan gambar 2D atau 3D kedalam lingkungan yang nyata, ada dua cara untuk menampilkan gambar 2D atau 3D pada kamera, yakni dengan menggunakan marker ataupun tanpa marker (markerless). 
  • Dengan menggunakan marker. Marker adalah sebuah pola ataupun gambar yang disiapkan sepaket dengan aplikasi AR yang digunakan sebagai tempat munculnya objek 2D atau 3D yang akan ditampilkan ketika kamera diarahkan pada marker.
Aplikasi AR dengan mengguakan Marker (Anatomy 4D)
  • Tanpa Marker (Markerless). Penggunaan tanpa marker pada aplikasi AR adalah penggunaan aplikasi dengan menggunakan kondisi yang ada disekitar pengguna untuk menampilkan objek 2D / 3D atapun langsung menggunakan fungsi aplikasi (misalkan mengukur, mengobservasi, melakukan pencarian) dengan mengarahkan kamera pada daerah disekitar pengguna.
Aplikasi AR tanpa menggunakan marker (Smart Measure)

b. Studi kasus penggunaan Aplikasi Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran IPA
Penggunaan aplikasi AR pada mata pelajaran IPA materi pengukuran dilakukan di SMP Negeri 6 Kendari kelas VII tahun dengan menggunakan aplikasi Smart Measure. Aplikasi Smart Measure ini adalah aplikasi gratis yang dapat didownload melalui playstore. 

Smart Measure adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan pengukuran jarak hanya dengan mengarahkan kamera handphone pada objek yang dituju, tanpa perlu menggunakan mistar pada umumnya.

Proses Pembelajaran Menggunakan Aplikasi AR (Smart Measure)

Hasil belajar yang diukur adalah pengamatan terhadap perubahan nilai dan juga tingkah dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan (Hamalik : 2007). Keseluruhan data hasil belajar berada pada angka skala konversi tingkat pencapaian yang sangat tinggi. Namun pada aspek psikomotor terdapat kelompok yang nilainya berada diangka 80, hal ini disebabkan beberapa peserta didik tidak terbiasa memegang smartphone dan mereka harus bergantian menggunakan smartphone untuk melakukan percobaan. Pada penerapan percobaan proses pembelajaran ini hanya menggunakan 2 smartphone saja, untuk mengatasinya masing-masing kelompok menggunakan percobaan bergantian menggunakan aplikasi AR dan mistar.

Selain rata-rata hasil belajar diatas, juga diperoleh manfaat sebagai berikut :
  1. Peserta didik terlatih kemampuan matematisnya karena sebelum menggunakan aplikasi ini peserta didik harus mengkalibrasi akurasi pengukuran aplikasi dengan melakukan perhitungan yang memperimbangkan tinggi objek yang akan diukur jaraknya. 
  2. Peserta didik mampu melakukan konversi besaran jarak dan tinggi dengan baik. 
  3. Peserta didik mampu mengkomparasi hasil perhitungan menggunakan alat ukur digital dan alat ukur konvensional 
  4. Peserta didik disajikan kebaikan dari sebuah teknologi sehingga dapat mengarahkan mereka kelak ketika menyikapi perkembangan teknologi dijamannya.

2. Solusi
Dari pembahasan diatas, kita dapat menemukan beberapa solusi untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, antara lain :

a. Solusi penerapan pada fasilitas ICT yang minim
Pada studi kasus penerapan aplikasi AR yang telah dilakukan, penggunaan fasilitas ICT yang digunakan benar-benar sangat minim. Penggunaan aplikasi AR hanya menggunakan 2 buah smartphone.

Untuk mengatasinya maka Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mengarahkan penggunaan aplikasi tidak secara bersamaan, masing-masing kelompok secara bergantian menggunakan aplikasi tersebut.

Pada penerapan aplikasi AR, proses pembelajaran mengkombinasikan penggunaan media ICT dan non ICT, maka pada saat kelompok lain menggunakan aplikasi AR untuk mengobservasi dan memperoleh data, kelompok lainnya menggunakan alat ukur konvensional.

b. Peningkatan hasil belajar dengan menerapkan penggunaan aplikasi AR pada mata pelajaran IPA
Berdasarkan data yang diperoleh pada penerapan aplikasi AR pada materi pengukuran dan tata surya diperoleh data hasil belajar secara menyeluruh meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang berada pada skala konversi tingkat pencapaian yang sangat baik berdasarkan skala likert.

Dengan mengkombinasikan penggunaan aplikasi-aplikasi ini dengan model pembelajaran yang sesuai dan media pembelajaran konvensional menghasilkan capaian-capaian hasil belajar yang memenuhi standar ketuntasan hasil belajar secara klasikal.

Penggunaan aplikasi AR ini juga memberikan lingkungan belajar yang baru bagi peserta didik, mempertegas dan memperkuat pemahaman akan materi ajar yang sedang dipelajari, membawa peserta didik ke daerah atau lingkungan observasi dengan merasakannnya secara langsung yang tidak dapat dipenuhi dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT lainnya.

D. Simpulan dan Harapan
Berdasarkan paparan, data dan pembahasan yang dijelaskan sebelumnya dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Simpulan
  1. Aplikasi Augmented Reality (AR) adalah aplikasi yang menerapkan teknologi terbaru yang dapat memvisualisasikan lingkungan maya dengan cara yang berbeda sehingga dapat memberikan pengalaman dan lingkungan belajar yang berbeda bagi peserta didik.
  2. Dengan fasilitas ICT yang minim, kita dapat menerapkan aplikasi Augmented Reality (AR) ini ke dalam kelas dengan menggunakan teknik pengumpulan informasi one smartphone for one group atau one smartphone for one class. Yang dibutuhkan hanyalah kejelian dan kemampuan pendidik dalam mengelola kelas sehingga proses penerapannya dapat berjalan dengan baik.
  3. Penerapan Augmented Reality (AR) pada model pembelajaran yang sesuai sekaligus mengkombinasikannya dengan media pembelajaran berbasis non ICT pada mata pelajaran IPA dengan ini mampu meningkatkan hasil belajar secara komperehensif, memenuhi tercapainya hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor peserta didik.

2. Harapan
Teknologi aplikasi Augmented Reality (AR) ini adalah merupakan teknologi yang masih sangat jarang dalam proses pembelajaran. Penulis memiliki harapan bagi semua stakeholder pendidikan terkait penerapan aplikasi ini ke dalam proses pembelajaran nantinya, diantaranya :
  1. Usaha maksimal untuk mendorong dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Augmented Reality ini ke dalam kelas melalui forum-forum MGPM dan KKS mengingat potensinya yang besar dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
  2. Mempersiapkan kemampuan pendidik tidak hanya dalam menggunakan tools dan aplikasi Augmented Reality ini tetapi juga melatih kemampuannya dalam menerapkannnya pada model-model pembelajaran yang sesuai dan mengkombinasikannya dengan media pembelajaran berbasis non ICT lainnya.
  3. Sekarang ini sudah banyak website yang menyediakan fasilitas pembuatan aplikasi Augmented Reality dengan mudah tanpa membutuhkan skill programming yang tinggi contohnya: www.aurasma.com dan www.cospaces.io sehingga nantinya pendidik tidak hanya menggunakan aplikasi ini tapi juga dapat membuat dan mengajarkannya kepada peserta didik
  4. Ada begitu banyak aplikasi AR dengan tema yang berbedabeda yang dapat di download secara gratis pada playstore dan appstore. Sehingga penggunaanya tidak hanya pada mata pelajaran IPA saja tetapi dapat digunakan di semua mata pelajaran.

E. Daftar Pustaka
A. Forsberg, dkk. Immerssive VR for Scientific Visualization : A progress Report. IEE Graphics and Applications. 2000.
Hamalik, O. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara R. T. Azuma. 2013. A survey of augmented reality. Presence: Teleoperators and Virtual Environments, vol. 6, no. 4.


Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam Keterbatasan Fasilitas ICT Reviewed by Media Edukasi on Mei 24, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Media Edukasi ©2018
Powered By Blogger, Designed by Hendrik Sang Pencerah

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh enot-poloskun. Diberdayakan oleh Blogger.